Komponen Darah
Darah memiliki komposisi yang terdiri atas 55% cairan (plasma) dan 45% sel-sel darah. Terdapat tiga macam sel-sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Fibrin berupa benang-benang halus yang menjaring sel-sel darah sehingga menutup luka.
Golongan Darah
Pada tahun 1900, seorang dokter kelahiran Wina (Austria) bernama Karl Lansteiner membedakan darah manusia menjadi empat golongan, yaitu golongan darah A, B, AB, dan O.
Penggolongan darah ini dikenal
dengan sistem penggolongan darah ABO.
Penggolongan darah sistem ABO ini didasarkan kandungan aglutinogen dan
aglutinin di dalam darah. Aglutinogen adalah protein yang terdapat pada membran
permukaan sel darah merah yang dapat digumpalkan oleh aglutinin. Sedangkan
aglutinin adalah protein yang terdapat pada plasma darah yang dapat
menggumpalkan aglutinogen.
Penggolongan darah tersebut digunakan dalam transfusi darah, yaitu proses mentransfer darah dari donor ke resipien. Transfusi darah harus dilakukan pada golongan darah yang sama agar tidak terjadi penolakan oleh tubuh resipien. Penolakan tersebut ditandai dengan penggumpalan darah (aglutinasi) yang dapat membahayakan jiwa resipien.